Dalam sistem proteksi kebakaran (Fire Pump System), keandalan adalah harga mati. Banyak engineer hanya fokus pada Main Fire Pump (Electric & Diesel), padahal ada satu komponen kecil yang bekerja paling sering untuk menjaga sistem tetap siaga 24 jam: Pompa Jockey.
Tanpa jockey pump yang benar, sistem Anda akan mengalami false start berulang, boros energi, dan umur main pump jadi pendek.
1 Apa Itu Pompa Jockey?
Pompa Jockey adalah pompa sentrifugal kecil bertekanan tinggi dengan kapasitas (flow) rendah. Tugas utamanya bukan untuk memadamkan api, melainkan untuk menjaga tekanan statis (pressure maintenance) di jaringan pipa hydrant dan sprinkler.
Kapasitasnya hanya sekitar 1-10% dari kapasitas main fire pump, namun head-nya harus mampu melebihi head main pump.
2 5 Fungsi Penting Jockey Pump
3 Setting Tekanan Ideal Sesuai NFPA 20 dan UL FM
Ini bagian yang paling sering salah di lapangan. Gunakan prinsip: Jockey paling tinggi, Diesel paling rendah. Harus ada jarak (gap) minimal 0.5 - 1.0 bar antar setting.
| Kondisi Pompa | Contoh Setting | Keterangan Logika |
|---|---|---|
| Stop Jockey Pump | 8.5 Bar | Tekanan sistem penuh |
| Start Jockey Pump | 7.5 Bar | Bocor kecil → Jockey yang handle |
| Start Main Electric Pump | 6.5 Bar | Sprinkler pecah / Hydrant dibuka |
| Start Main Diesel Pump | 5.5 Bar | Listrik padam atau Electric gagal |
4 Tips Pemilihan untuk Industri di Kalimantan
Untuk area industri, tambang, dan oil & gas di Kalimantan dengan kelembaban dan korosi tinggi, perhatikan ini:
1. Material: Pilih Stainless Steel SUS304/SUS316 (Rekomendasi: Grundfos CR series, CNP CDL, KSB Movitec) agar tahan korosi.
2. Controller: Pilih controller dengan pressure transducer dan timer anti-hunting.
3. Brand Support: Pastikan spare part dan service tersedia lokal di Balikpapan.
PT Norimiso Makmur Sejahtera (NMS) sebagai Pusat Pompa & Service Kalimantan menyediakan paket Fire Pump System lengkap mulai dari Jockey Pump, Electric Pump, Diesel Pump, dan Controller sesuai NFPA 20 dan ULFM

